KASIH SAYANG ADALAH DASAR TERCIPTANYA UKHUWAH ISLAMIAH

KASIH SAYANG ADALAH DASAR TERCIPTANYA UKHUWAH ISLAMIAH

Jumat, 24 Mei 2019, 14:45:03 WIB - 69 View
Share

Da’iah : Melisa Paulina

Mahasiswa Fakultas Psikologi Angkatan Tahun 2016

 

Manusia sebagai makhluk sosial, artinya manusia tidak bisa dipisahkan dari manusia lainnya dan lingkungannya. Manusia tidak akan bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Mereka hidup berdampingan, kompak, guyub, dan bersatu. Inilah esensi manusia sebagai makhluk sosial dan bermasyarakat. Namun hadirin, zaman semakin berkembang dan maju. Kehidupan semakin majemuk, komplek dan pluralistik terutama di kota- kota besar.

Akibatnya ikatan kekeluargaan semakin pudar, jalinan persahabatan semakin rapuh dan ukhuwah islamiah pun semakin tergeser dan tergusur. Padahal saya yakin di setiap lubuk hati mereka yang paling dalam masih tersimpan rasa kasih sayang sebagai naluri manusia yang tidak mungkin hilang begitu saja. Allah berfirman dalam surah Al- Hujurat ayat 10:

Artinya: “sesungguhnya orang- orang mu?min adalah bersaudara kerena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat Rahmat?

Hadirin inilah esensi orang- orang beriman adalah bersaudara. Dikarenakana satu agama, satu keyakinan, satu Tuhan dan satu Nabi serta satu tujuan dan pandangan hidup. Atau dengan kata lain orang mu?min yang satu dengan mu?min yang lainnya laksana satu bangunan yang saling menguatkan antara yang satu dengan yang lainnya. Sebagaimana sabda rasululla saw:

Artinya: orang mu’min yang satu dengan orang mu’min lainnya laksana satu bangunan saling menguatkan antara yang satu dengan yang lainnya ( H. R. Bukhori dan Muslim).

Hadirin sebangsa dan setanah air rohima kumullah?????

Di zaman sekarang ini jalinan ukhuwah terkadang tidak lagi berdasarkan atas kasih sayang yang dilandasi oleh iman, karena seagama ataupun sekeyakinan tapi dengan segala keyakinan, atribut, profesi, pangkat, jabatan, pekerjaan dan lain sebagainya. Seperti dokter dengan dokter lagi, cendekiawan dengan cendekiawan lagi, pejabat dengan pejabat lagi. Satu sisi jalinan ukhuwah seperti ini baik karena akan membentuk suatu wadah di dalam menyalurkan aspirasi dan kehendak dalam satu organisasi yang akan melahirkan satu kelompok masyarakat tertentu.

Namun hadirin, kita lihatlah pemain bola. Bukankah kesebelasan anggota pemain sepak bola tersebut , semuanya bukan back, semuanya bukan striker, semuanya memiliki peran yang berbeda- beda. Tapi dengan kedudukan, jabatan, posisi, pos, fungsi dan kegunaan yang berbeda tapi penting bekerja sama untuk menghasilkan satu tujuan utama yaitu gol.

Dengan demikian marilah kita jalin kerjasama yang erat saling membantu, saling menolong, saling kasih menyayangi untuk kemajuan umat dan mengagungkan kalimat LAA?ILA HA ILLAH. Tapi kalau kita saling injak, saling sikut, saling menjatuhkan maka malulah kita di hadapan Allah SWT lebih- lebih kita akan dilecehkan oleh umat yang lain. Wanaudzubillahi min dzalik. Thoib inilah yang dapat saya sampaikan atas kekurangan dan kesalahan saya mohon maaf. Dan saya akhiri dengan doa.

Wassalamu alaikum Wr. Wb.

 

Editorial:

Editor                       : Iredho Fani Reza, MA.Si

Animasi Gambar         : Cherryn Putri Mayasari (Mhs. Fakultas Psikologi Angkatan 2016)

section-title

Agenda Kegiatan