Zuhdiyah Menjadi Narasumber Seminar Di Bandung

Zuhdiyah Menjadi Narasumber Seminar Di Bandung

Selasa, 10 Mar 2020, 09:12:32 WIB - 20 View
Share

Bravo Psikologi--- Zuhdiyah, wakil dekan III Fakultas Psikologi telah menjadi salah seorang narasumber seminar kemahasiwaan yang diadakan Badan Eksekutif Mahasiswa UIN Sunang Gunung Djati pada hari JUm’at tanggal 8 MAret 2020. Peserta seminar terdiri dari mahaiswa yang aktif di kepengurusan BEM, baik DEMAF, SEMAF dan HMPS serta utusan dari mahaiswa angkata 2018 dan 2019.

Selain zuhdiyah, yang bertindak sebagi pembicara lainnya Yanwar Arif, S.Psi, Mpsi Psikolog dekan Dakultas Psikologi Universitas Islam Riau dan tuan rumah sendiri wakil Dekan III Fakultas PSikologi Universitas Sunan Gunung Djati, Bapak Dr.H.Irfan fahmi, M.Psikolog.

Di kesempatan yang baik tersebut, sesuai tema yang diusung “Strategi Menjadi Mahasiwa yang Berprstasi dan berkarakter”, Zuhdiyah mempresentasika makalah dengan judul” Penguatan Nilai Agama Dalam Membentuk Karakter Mahasiswa”. bahwa banyak terjadi krisis moral, krisis karakter pada mahasiswa yang salah satu faktor penyebabnya adalah longgarnya pegangan agamayang menyebabkan hilangnya pengontrol diri dari dalam.

Untuk itu, zuhdiyah menyatakan dalam makalahnya bahwa karakter yang dapat dikembangkan mahasiswa melalui penguatan nilai agama adalah merujuk pada rumusan sembilan karakter dasar yang menjadi tujuan pendidikan karakter sebagaimana sebagaimana terdapat pada rumusan Indonesia Heritage Foundationyaitu: Cinta kepada Allah dan semesta berserta isinya,Tanggung jawab, disiplin dan mandiri, Jujur, Hormat dan santun, Kasih sayang, peduli, dan kerja sama, dermawan, suka menolong, gotong royong, Percaya diri, kreatif, kerja keras dan pantang menyerah, Keadilan dan kepemimpinan, Baik dan rendah hati, serta, Toleransi, cinta damai dan persatuan.

Yang pertama adalah cinta kepada Allah dan semesta berserta isinya. Mahasiswa hendaknya menyandarkan dirinya pada kecintaan terhadap Tuhannya maka ia akan menyadari bahwa kuliah hanyalah sebagai alat bukan tujuan. Sehingga ia akan melakukan segala aktivitasnya dengan baik serta selalu berorientasi pada kualitas dan pengembangan yang lebih lanjut.

Yang kedua, tanggung jawab, disiplin dan mandiri. Adanya kecintaan kepada Allah akan menyebabkan seseorang menjadi lebih bertanggung jawab. Tanggung jawab tentunya akan membuat rencana untuk progres kedepannya akan berjalan lancar dan tidak ada lagi keraguan saat menjalankannya. Dengan demikian, hasil yang dicapai akan maksimal dan perjuangan yang dilakukan tidak akan sia-sia.

Yang ketiga jujur. Kejujuran memang harus dipraktekakan bukan retorika belaka. Ketidakjujuran mahasiswa memang dapat membuat nilai akademik mahasiswa menjadi bagus, tetapi menjadi hal yang buruk ketika mahasiswa tersebut untuk mencari pekerjaan terlebih ilmu tersebut akan hilang keberkahannya.

Yang keempat hormat dan santun. Sopan santun merupakan unsur penting dalam kehidupan bermasyarakat, karena dengan sopan santun seseorang dapat diharagai dan disenangi dengan keberadaanya sebagai makhluk sosial dimanapun tempat ia berada. Dengan sopan santun, permusuhan dapat dihindari, bahkan permusuhan dapat menjadi pertemanan yang akrab. Di sisi lain, sopan santunlah yang lebih mampu meraih simpati dan menciptakan hubungan baik dibandingkan dengan apa pun selainnya.

Yang kelima kasih sayang, peduli, dan kerja sama, dermawan, suka menolong, gotong royong. Mahasiswa dapat mengembang karakter kasih sayang dengan cara menghormati satu sama lain meskipun berbeda pilihan dan organisasi, tidak membeda-bedakan teman dan senantiasa membantu yang kesusahan.

Yang keenam percaya diri, kreatif, kerja keras dan pantang menyerah. Percaya diri adalah wujud prasangka baik terhadap diri sendiri, percaya dengan semua kemampuan yang ada dalam diri sendiri. Tidak mudah minder dengan kelebihan yang dimiliki oleh orang lain.Mahasiswa dapat mengembangkan rasa percaya diri dengan rajin mengikuti kegiatan baik intra mau pun ekstra kampus.

Yang ketujuh keadilan dan kepemimpinan. Kepemimpinan adalah kombinasi antara bakat dan kemauan untuk memperbaiki diri dalam memimpin banyak orang. Semua orang adalah pemimpin, tapi tidak ada orang yang sempurna dalam memimpin. Mahasiswa bisa mengusahakan agar menjadi seorang pemimpin yang terbaik dengan mengikuti latihan kepemimpinan, dan aktif di berbagai kegiatan kampus.

Yang kedelapan baik dan rendah hati. Rendah hati ialah menerima nasihat dengan terbuka, menghargai pendapat orang lain, dan padamnya api syahwat. Terkait dengan sosok pemimpin, pemimpin paling efektif adalah mereka yang memiliki sikap rendah hati dan tidak sombong dengan setiap pencapaian dan prestasi yang mereka dapatkan.

Yang kesembilan toleransi, cinta damai dan persatuan. Toleransitidak cukup diidentifikasi sebagai sebuah sikap, melainkan suatu kesadaran. Apalagi negara indonesia adalah negara yg memiliki banyak suku, agama, budaya, bahasa, dan ras, jadi toleransi sangat dibutuhkan agar negara indonesia tetap merdeka. Mahaiswa dapat berlatih mengembangkan sikap toleransi dengan belajar saling menerima dan menghormati perbedaan meski organisasi berbeda, perahu berbeda tho tujuan tetap sama. Sikap toleransidapat membuat orang saling menghargai dan menghormati sesama

section-title

Agenda Kegiatan